Yusirwan Tabrani

Tugas Akutansi (Online 1)

===Soal===

Jurnallah transaksi dibawah ini dan lakukanlah posting serta siapkan Trial-Balance.

01/02/10 “A” mendirikan klinik “A” dan menyetorkan dana sebesar 120.000 serta sebuah gedung senilai 560.000 sebagai modal dasar klinik “A”.

Dibeli perlengkapan medis senilai 24.000 dan baru dibayar 14.000, sisanya kan dilunasi bulan depan.

Dibeli Peralatan medis senilai 56.400 tunai

02/02/10 Dilaksanakan jasa medis senilai 15.600

Diterima uang muka pasien rawat inap 2.400

03/02/10 Dibayar biaya promosi senilai 1.600

04/02/10 Diterima dari pasien rawat inap tgl 02/02/10 uang senilai  7.600 atas jasa perawatan yang diberikan.

05/02/10 Dibeli Peralatan kantor senilai 34.600 baru dibayar 12.000 sisanya akan dilunasi bulan yad.

Dibeli Perlengkapan kantor senilai 2.600

06/02/10 Dibayar gaji karyawan sebesar 4.700

08/02/10 Diterima pembayaran dari pasien atas jasa medis sebesar 4.700

10/02/10 Dilaksanakan jasa medis senilai 2.400 pasien baru membayar 1.600 sisanya dijanjikan akan dibayar minggu depan.

11/02/10 “A” mengambil uang untuk keperluan pribadi senilai 1.000

Dibayar biaya transportasi sebesar 600.

12/02/10 Dilaksanakan perawatan medis dan diterima pembayaran dari pasien sebesar 3.400

14/02/10 Dibayar biaya promosi senilai 860

15/02/10 Dibayar gaji karyawan sebesar 4.700

17/02/10 Diterima uang muka rawat inap dari pasien sebesar 4.000

18/02/10 Dibayar biaya listrik, telp dan air sebesar 1.200

19/02/10 Diterima pembayaran pasien dari transaksi tgl10/02/10.

20/02/10 Dilaksanakan jasa konsultasi kesehatan dan diterima pembayaran sebesar 1.300

21/02/10 Dibayar sebagian hutang transaksi tgl 01/02/10 sebesar 5.000

22/02/10 Dibayar gaji karyawan sebesar 4.700

24/02/10 Dibayar pelunasan hutang tgl 01/02/10

25/02/10 Diterima pembayaran dari pasien atas jasa KB yg diberikan sebesar 1.200

26/02/10 Dilaksanakan perawatan medis senilai 2.300 dan pasien baru membayar 1.100 sisanya dijanjikan akan dibayar kemudian.

28/02/10 Dibayar hutang transaksi tgl 05/02/10.

===Jawaban===

Jurnal Klinik “A”

Februari, 2010

Date Descriptions Post-Reff Debit Credit
1/02/2010 Cash 120,000
Building 560,000
               Capital 680,000
Medical Supplies 24,000
               Cash 14,000
               Account Payable 10,000
Medical Equipment 56,400
               Cash 56,400
2/02/2010 Cash 15,600
               Medical Service Revenue 15,600
Cash 2,400
                 Unearned Medical Service Revenue 2,400
3/02/2010 Promotion Expense 1,600
               Cash 1,600
4/02/2010 Cash 7,600
               Medical Service Revenue (2/02/2010) 7,600
5/02/2010 Office Equipment 34,600
               Cash 12,000
               Account Payable 22,600
Official  Supplies 2,600
               Cash 2,600
6/02/2010 Salaries Expense 4,700
               Cash 4,700
8/02/2010 Cash 4,700
                 Medical Service Revenue 4,700
10/02/2010 Cash 1,600
Account Receivables 800
              Medical Service Revenue 2,400
11/02/2010 Drawing/withdrawals 1,000
               Cash 1,000
Transport Expense 600
               Cash 600
12/02/2010 Cash 3,400
                 Medical Service Revenue 3,400
14/02/2010 Promote Expense 860
               Cash 860
15/02/2010 Salaries Expense 4,700
               Cash 4,700
17/02/2010 Cash 4,000
               Unearned Medical Service Revenue 4,000
18/02/2010 Ulitities Expense 1,200
               Cash 1,200
19/02/2010 Cash 800
                Account Receivables (10/02/10) 800
20/02/2010 Cash 1,300
               Medical Service Revenue 1,300
21/02/2010 Account Payable (01/02/10) 5,000
               Cash 5,000
22/02/2010 Salaries Expense 4,700
               Cash 4,700
24/02/2010 Account Payable (01/02/10) 5,000
               Cash 5,000
25/02/2010 Cash 1,200
               Medical Service Revenue 1,200
26/02/2010 Cash 1,100
Account Receivables 1,200
               Medical Service Revenue 2,300
28/02/2010 Account Payable (05/02/10) 22,600
               Cash 22,600
T  O  T  A  L 895,260 895,260

Pelayanan Sistem Rekam Medis Perjanjian

Pelayanan Sistem Rekam Medis Perjanjian

Pelayanan Sistem Rekam Medis Perjanjian adalah proses penyediaan rekam medis pasien perjanjian yang dilakukan sebelum kedatangan pasien di unit pelayanan (Poliklinik)

 

Tujuan Pelayanan Sistem Rekam Medis Perjanjian

1. Mengurangi waktu tunggu pasien rawat jalan

2. Mempercepat proses pelayanan pasien di RM

3. Mempercepat proses pencarian rekam medis

alur perjanjian new

Prosedur Pelayanan Sistem Rekam Medis Perjanjian

1. Petugas rekam mencetak daftar pasien perjanjian 3 hari sebelum jadwal yang ditentukan

2. Petugas rekam medis mencari rekam medis sesuai nomor dan nama yang tertera di daftar pasien perjanjian dan  dientry ke dlm program aplikasi

3. Rekam medis yang belum ditemukan terus ditelusuri sampai jadwal pasien datang, apabila sampai hari kedatangan pasien rekam medis belum ditemukan maka petugas perjanjian melaporkan kepada penanggung jawab (TG) harian untuk ditindaklanjuti ke poliklinik yang dituju dan rekam medis dibuatkan sementara

4. Untuk rekam medis yang berada di satelit- satelit penyimpanan rekam medis atau pun rekam medis yang masih berada di poliklinik (tidak kembali) di ambil dengan menugaskan runner / helper yang bertugas

5. Rekam medis yang telah ditemukan disusun di rak perjanjian berdasarkan jadwal dan poliklinik tujuan

6. Pada saat jadwal yang ditentukan rekam medis dinput pada aplikasi pengeluaran

7. Runner masing masing poliklinik mengambil rekam medis perjanjian untuk didistribusikan

 

 

 

Pelayanan Rekam Medis

Sejarah Rekam Medis

  • Lahirnya RM = Kedokteran (3000 – 2500 SM)
  • Thoth >> 36-42 buku >> 6 buku ttg manusia (anatomi,penyakit,alat kedokteran & obat2an)
  • Imhotep >> tabib + arsitek + penasehat medis Firaun Papyrus (dok kedokteran kuno 43 kasus pembedahan) Abad 19 ditemukan Edwin Smith & George Ebert, saat ini disimpan di New York Academy of Medicine USA
  • Aesculapius >> dewa kedokteran, memiliki tongkat dililit ular.
  • Hipocrates (450SM) >> bapak ilmu Kedokteran modern membuat catatan yg lengkap ttg kasus2 penyakit
  • Injil & Thalmud >> Thalmud lbh banyak memuat ttg penyakit
  • Rhazes (865-925) di RS Persia Iran menulis buku2 kedoteran al: ttg cacar,infeksi/menular.
  • Avicena (980-1037) >> berdasarkan Hipocrates, menggunakan sistem pencatatan klinis yg baik.
  • RS. St.Bortholomous London >> RS yg memulai membuat RM
  • RS. Massacusect di Boston >> memiliki rekam medis & katalog yang lengkap
  • PP.10 Th.1966 >> Semua petugas kesehatan diwajibkan utk menyimpan rahasia kedokteran

Definisi Rekam Medis

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien (PerMenkes 269 tahun 2008)

Sistem penyelenggaraan rekam medis adalah merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, diteruskan kegiatan pencatatan data medis pasien selama pasien itu mendapatkan pelayanan medik di rumah sakit, dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan atau peminjaman dari pasien atau untuk keperluan lainnya (Depkes 1994).

Rekam medis merupakan bukti tertulis tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga lainnya yang bertujuan menyembuhkan pasien. Pencatatan berupa data sosial dan data pasien rawat jalan maupun rawat inap. Data medis dicatat segera setelah pemeriksaan, tindakan, pengobatan sehingga dapat dipertanggung jawabkan.

Pengertian rekam medis menurut peraturan materi kesehatan No. 749a/MENKES/PER/XII/1989 Bab I pasal 1 adalah ”Berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan dan tindakan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan”.

Rekam medis menurut Edna K Huffman adalah ”Kumpulan dari fakta-fakta atau bukti kehidupan pasien, riwayat penyakit termasuk riwayat masa lalu dari penyakit serta pengobatan saat ini yang ditulis oleh profesi kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien tersebut”.

Rekam medis mempunyai pengertian yang luas tidak hanya sekadar kegiatan pencatatan akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis. Sedangkan kegiatan pencatatannya sendiri hanya merupakan salah satu kegiatan dari penyelenggaraan rekam medis. Penyelenggaraan rekam medis dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, kegiatan pencatatan rekam medis pasien selama pasien mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis.

Kegunaan Rekam Medis

Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain :

  1. Aspek Administrasi : Rekam medis mempunyai nilai administrasi karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
  2. Aspek Medis : Rekam medis mempunyai nilai medis karena catatan tersebut digunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau perawatan yang diberikan kepada seorang pasien.
  3. Aspek Hukum : Rekam medis mempunyai nilai hukum karena isinya menyangkut masalah jaminan kepastian hukum dalam rangka menyediakan bahan bukti untuk menegakkan keadilan.
  4. Aspek Keuangan : Rekam medis mempunyai nilai keuangan karena isinya dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran tindakan pelayanan dirumah sakit.
  5. Aspek Penelitian : Rekam medis mempunyai nilai karena isinya mengandung data/informasi yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.
  6. Aspek Pendidikan : Rekam medis mempunyai nilai pendidikan karena isinya menyangkut data tentang perkembangan yang diberikan kepada pasien. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan refrensi pengajaran dibidang profesi pemakai.
  7. Aspek Dokumentasi : Rekam medis mempunyai nilai dokumentasi karena isinya menjadi sumber ingatan yang dapat dipakai sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan rumah sakit.

Dengan melihat dari beberapa aspek tersebut diatas, rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat luas, karena tidak hanya menyangkut antara pasien dengan pemberi pelayanan kesehatan saja. Kegunaan rekam medis secara umum adalah :

  1. Sebagai alat komunikasi antara dokter dan tenaga ahli lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan, pengobatan, perawatan kepada pasien.
  2. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan dan perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien.
  3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan, pelayanan, perkembangan penyakit, pengobatan selama pasien berkunjung atau dirawat dirumah sakit.
  4. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian dan informasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.
  5. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
  6. Menyediakan data-data khusus yang berguna untuk keperluan penelitian dan pendidikan.
  7. Sebagai dasar dalam perhitungan biaya pembayaran layanan medis pasien.
  8. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasi sebagai bahan laporan pertanggung jawaban.

Dari uraian diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa apabila rekam medis dikerjakan dengan benar akan tercapai suatu sistem pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu.

Kelengkapan Rekam Medis

setiap rekam medis dapat dikatakan lengkap setelah dilakukan analisa, adapun analisa yang dimaksud adalah :

Analisa kuantitatif
Analisa kuantitatif adalah telaan/review bagian tertentu dari isi rekam medis dengan maksud menemukan kekurangan khusus yang berkaitan dengan pencatatan rekam medis..
Tenaga rekam medis harus mengetahui tentang :

  • Jenis formulir yang digunakan
  • Jenis formulir yang ada
  • Orang yang berhak mengisi rekam medis
  • Orang yang harus melegalisasi rekam medis

Tujuan Analisis Kuantitatif :

  • Menentukan sekiranya ada kekurangan agar dapat dikoreksi pada saat pasien masih dirawat
  • Untuk mengidentifikasi bagian yang tidak lengkap dengan mudah dapat dikoreksi dengan adanya suatu prosedur sehingga rekam medis menjadi lebih lengkap dan dapat digunakan untuk pelayanan  pasien.
  • Kelengkapan rekam medis sesuan peraturan yangditetapkan jangka waktunya,perizinan,dan akreditasi.
  • Mengetahui hal hal yang berpotensi menyebabkan ganti rugi.
Analisa Kualitatif
Analisa kualitatif adalah review pengisian rekam medis yang berkaitan dengan kekonsistenan dan isinya merupakan bukti rekam medis tersebut akuraT dan lengkap
Tujuan Analisa Kualitatif :
  • Mendukung Kualitas informasi
  • Merupakan aktifitas dari risk menajement
  • Membantu dalam memberikan kode penyakit dantindakan yang lebih spesifik yang sangat penting untuk penelitian medis,study administrasi dan penagihan.
  • Meningkatkan kualitas pencatatan,khususnya yang dapat mengakibatkan ganti rugi pada masa yang akan datang
  • Kelengkapan informed consent sesuai dengan peraturan
  • Identifikasi catatan yang tidak konsisten
  • Mengingatkan kembali tentang pencatatan yang baik dan memperlihatkan pencatatan yang kurang

Pengertian Informed Consent

“ Informed Consent “ adalah sebuah istilah yang sering dipakai untuk terjemahan dari persetujuan tindakan medik. Informed Consent terdiri dari dua kata yaitu Informed dan. Informed diartikan telah di beritahukan, telah disampaikan atau telah di informasikan dan Consent yang berarti persetujuan yang diberikan oleh seseorang untuk berbuat sesuatu. Dengan demikian pengertian bebas dari informed Consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien kepada dokter untuk berbuat sesuatu setelah mendapatkan penjelasan atau informasi.

Pengertian Informed Consent oleh Komalawati ( 1989 :86) disebutkan sebagai berikut :

“Yang dimaksud dengan informed Consent adalah suatu kesepakatan /   persetujuan pasien atas upaya medis yang akan dilakukan oleh dokter terhadap dirinya, setelah pasien mendapatkan informasi dari dokter mengenai upaya medis yang dapat dilakukanuntuk menolong dirinya, disertai informasi mengenai segala resiko yang mungkin terjadi.”

Fungsi Informed Consent

Dilihat dari fungsinya, informed consent memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi bagi pasien dan fungsi bagi dokter. Dari sisi pasien, informed consent berfungsi untuk :
  1. Bahwa setiap orang mempunyai hak untuk memutuskan secara bebas pilihannya berdasarkan pemahaman yang memadai
  2. Proteksi dari pasien dan subyek
  3. Mencegah terjadinya penipuan atau paksaan
  4. Menimbulkan rangsangan kepada profesi medis untuk mengadakan introspeksi diri sendiri (self-Secrunity)
  5. Promosi dari keputusan-keputusan yang rasional
  6. Keterlibatan masyarakat
“Sedangkan   bagi   pihak   dokter,   informed   consent   berfungsi    untuk membatasi   otoritas   dokter   terhadap   pasiennya.”

Sehingga   dokter   dalam melakukan tindakan medis lebih berhati-hati, dengan kata lain mengadakan tindakan medis atas persetujuan dari pasien.
“Adapun tujuan dari Informed consent menurut jenis tindakan dibagi atas tiga yaitu bertujuan untuk penelitian, mencari diagnosis dan untuk terapi.”
Tujuan dari Informed Consent menurut J. Guwandi adalah :
  1. Melindungi pasien terhadap segala tindakan medis yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasien;
  2. Memberikan perlindungan hukum kepada dokter terhadap akibat yang  tidak  terduga  dan bersifat  negatif,   misalnya   terhadap  risk of treatment yang tak mungkin dihindarkan walaupun dokter sudah mengusahakan dengan cara semaksimal mungkin dan bertindak dengan sangat hati-hati dan teliti.

Yang wajib memberikan informed consent

  1. Tanggungjawab memberikan informasi sebenarnya berada pada dokter yang akan melakukan tindakan medis, karena hanya dia sendiri yang tahu persis tentang masalah kesehatan pasien, hal-hal yang berkaitan dengan tindakan medis tersebut, dan tahu jawabannya apabila pasien bertanya.
  2. Tanggungjawab tersebut memang dapat didelegasikan kepada dokter lain, perawat, atau bidan, hanya saja apabila terjadi kesalahan dalam memberikan informasi oleh yang diberi delegasi, maka tanggungjawabnya tetap pada dokter yang memberikan delegasi. Oleh karena itu, hendaknya para dokter hanya mendelegasikan jika sangat terpaksa. Dan itupun hanya kepada tenaga kesehatan yang tahu betul tentang problem kesehatan pasien, sehingga dapat memberikan jawaban yang tepat apabila ada pertanyaan dari pasien. Dibeberapa negara maju, tanggungjawab memberikan informasi ini merupakan tanggungjawab yang tidak boleh didelegasikan. ( non-delegable-duty)

Yang Berhak dan tidak berhak Mendapat Informed Consent

  1. Untuk pasien dewasa dan sehat akal adalah pasien yang bersangkutan.
  2. Untuk pasien anak-anak adalah keluarga terdekat atau walinya
  3. Untuk pasien tidak sehat akal (walau ia sudah dewasa) adalah keluarga atau wali, atau kuratornya.
  4. Untuk pasien yang sudah menikah adalah pasien yang bersangkutan, kecuali untuk tindakan medis tertentu harus disertai persetujuan pasangannya, yaitu untuk tindakan yang mempunyai pengaruh bukan saja terhadap pasien, namun juga terhadap pasangannya sebagai satu kesatuan yang utuh, dan akibatnya irreversible, Sebagai contoh adalah operasi tubectomi atau vasectomi, dalam hal operasi tersebut, maka bukan saja si istri atau si suami saja yang tidak akan mempunyai keturunan, tetapi adalah keduanya sebagai suatu pasangan. Pengecualian ini tidak berlaku untuk tindakan yang sifatnya terapetik karena penyakit pasien. Sebagai contoh adalah operasi mengangkat rahim karena kanker rahim, maka pasien tidak perlu minta persetujuan suaminya untuk memberikan informed consent.

Informasi Yang disampaikan

Materi/isi informasi yang harus disampaikan :

  1. Diagnosis dan tata cara tindakan medis/kedokteran tersebut
  2. Tujuan tindakan medis/kedokteran yang akan dilakukan
  3. Alternatif tindakan lain, dan risikonya
  4. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan
  5. Prognosis terhadap tindakan yang akan dilakukan
  6. (perkiraan biaya)

Kelengkapan Yang Harus Ada diinformed Consent

1. Pengakuan atau pernyataan oleh pasien atau walinya bahwa :

  • Ia telah diberi informasi oleh dokter…..
  • Ia telah memahami sepenuhnya informasi tersebut
  • Ia, setelah memperoleh informasi dan memahami, kemudian memberikan persetujuan kepada dokter……..untuk melakukan tindakan medis.

2. Tandatangan pasien atau walinya

Tandatangan dokter yang memberi informasi mestinya tidak perlu mengingat informed consent adalah sebuah pernyataan sepihak dari pasien. Demikian pula tandatangan saksi. Sebagai contoh adalah kwitansi yang merupakan pernyataan sepihak dari seseorang yang telah menerima uang, maka cukup yang bersangkutan yang menandatangani.

 

Prosedur Pelayanan Rawat Inap untuk Pasien Asuransi dan Non Asuransi

Pelayanan rawat inap merupakan salah satu unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pelayanan secara komprehensif untuk membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh pasien, dimana unit rawat inap merupakan salah satu revenew center rumah sakit sehingga tingkat kepuasan pelanggan atau pasien bisa dipakai sebagai salah satu indikator mutu pelayanan (Nursalam, 2001)

Pelayanan rawat inap adalah suatu kelompok pelayanan kesehatan yang terdapat di rumah sakit yang merupakan gabungan dari beberapa fungsi pelayanan. Kategori pasien yang masuk rawat inap adalah pasien yang perlu perawatan intensif atau observasi ketat karena penyakitnya. Rawat inap adalah pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi medik dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta puskesmas dan rumah bersalin yang oleh karena penyakitnya penderita harus menginap dan mengalami tingkat transformasi, yaitu pasien sejak masuk ruang perawatan hingga pasien dinyatakan boleh pulang (Muninjaya, 2004).

Menurut Supranto (1997), alur pelayanan pasien rawat inap dimulai dari pelayanan pasien masuk di bagian penerimaan pasien, pelayanan ruang perawatan (pelayanan tenaga medis, pelayanan tenaga perawat, lingkungan langsung, penyediaan peralatan medis/ non medis, pelayanan makanan/ gizi), dilanjutkan pelayanan administrasi dan keuangan, terakhir pelayanan pasien pulang.

Menurut Azwar (2000), mutu asuhan pelayanan rawat inap dikatakan baik, apabila :
1. Memberikan rasa tentram kepada pasien
2. Memberikan pelayanan yang profesional dan setiap strata pengelola rumah sakit. Pelayanan bermula sejak masuknya pasien kerumah sakit sampai pasien pulang.
Dari kedua aspek ini dapat diartikan sebagai berikut :
1. Petugas menerima pasien dalam melakukan pelayanan terhadap pasien harus mampu melayani dengan cepat karena mungkin pasien memerlukan penanganan segera
2. Penanganan pertama dari perawat harus mampu menaruh kepercayaan bahwa pengobatan yang diterima dimulai secara benar
3. Penanganan para dokter dan perawat yang profesional akan menimbulkan kepercayaan pasien bahwa pasien tidak salah memilih rumah sakit
4. Ruang yang bersih dan nyaman, memberikan nilai tambah kepada rumah sakit
5. Peralatan yang memadai dengan operator yang profesional
6. Lingkungan rumah sakit yang nyaman

Indikator pelayanan Rawat Inap RS

1.    BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur)

BOR menurut Huffman (1994) adalah “the ratio of patient service days to inpatient bed count days in a period under consideration”. Sedangkan menurut Depkes RI (2005), BOR adalah prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% (Depkes RI, 2005).

Rumus :

(jumlah hari perawatan di rumah sakit) × 100%
(jlh tempat tidur × jlh hari dalam satu periode)

2.    ALOS (Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat)

ALOS menurut Huffman (1994) adalah “The average hospitalization stay of inpatient discharged during the period under consideration”. ALOS menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut. Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari (Depkes, 2005).
Rumus :

(jumlah lama dirawat) 
(jlh pasien keluar (hidup + mati))

3.    TOI (Turn Over Interval = Tenggang perputaran)

TOI menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari.

Rumus :

((jumlah tempat tidur × Periode) − Hari Perawatan) 
(jlh pasien keluar (hidup + mati))

4.    BTO (Bed Turn Over = Angka perputaran tempat tidur)

BTO menurut Huffman (1994) adalah “…the net effect of changed in occupancy rate and length of stay”. BTO menurut Depkes RI (2005) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali.

Rumus :

Jumlah pasien dirawat (hidup + mati) 
(jumlah tempat tidur)

5.    NDR (Net Death Rate)

NDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit.
Rumus :

Jumlah pasien mati > 48 jam     × 100%
(jumlah pasien keluar (hidup + mati))

6.    GDR (Gross Death Rate)

GDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar.
Rumus :

Jumlah pasien mati seluruhnya   × 100%
(jumlah pasien keluar (hidup + mati))
 
Alur Pelayanan Rawat Inap di RS
 
https://farm6.staticflickr.com/5755/22645427512_483759961a_c.jpg

Prosedur Pelayanan Rawat Jalan Yang Baik

Prosedur adalah peraturan. Dalam pengertian yang lebih lengkap, prosedur adalah aturan bermain, aturan bekerja sama, aturan berkoordinasi, sehingga unit-unit dalam sistem, subsistem, subsubsistem, dan seterusnya dapat berinteraksi satu sama lain secara efisien dan efektif
pengertian pelayanan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, adalah menolong menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain seperti tamu atau pembeli, sedang menurut Kotler (1994), pelayanan adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak kasat mata, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelayanan adalah suatu kegiatan atau proses yang rutin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain
Prosedur pelayanan rawat jalan adalah aturan atau sistem yang di buat untuk melayani atau memenuhi kebutuhan orang lain, dalam hal ini pasien untuk mendapatkan perawatan tentang kesehatannya tanpa memerlukan penginapan (hospitalize)
Tujuan dari pelayanan rawat jalan adalah mengupayakan kesembuhan dan pemulihan pasien secara optimal melalui prosedur dan tindakan yang dapatdipertanggung jawabkan. (standart pelayanan Rumah sakit, dirjen yanmed depkes RI thn 1999). Sedangkan Fungsi dari pelayanan rawat jalan adalah sebagai tempatkonsultasi, penyelidikan, pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli dibidang masing-masing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. poliklinik juga berfungsi sebagai tempat untuk penemuan diagosis dini, yaitu tempat pemeriksaan pasien pertama dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut dalam tahap pengobatan penyakit. Pelayanan rawat jalan dibagi menjadi beberapa bagian atau poliklinik, menggambarkan banyaknya pelayanan spesialistik, sub spesialistik dan pelayanan gigi spesialistik dari staf medis yang ada pada rumah sakit.

Berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, standar minimal rawat jalan adalah sebagai berikut:

  1. Dokter yang melayani pada Poliklinik Spesialis harus 100 % dokter spesialis.
  2. Rumah sakit setidaknya harus menyediakan pelayanan klinik anak, klinik penyakit dalam, klinik kebidanan, dan klinik bedah.
  3. Jam buka pelayanan adalah pukul 08.00 – 13.00 setiap hari kerja, kecuali hari Jumat pukul 08.00 – 11.00.
  4. Waktu tunggu untuk rawat jalan tidak lebih dari 60 menit.
  5. Kepuasan pelanggan lebih dari 90 %.
Faktor-Faktor yang berhubungan dengan pelayanan Rawat Jalan. Jika kita mengacu pada analisa Ross, poliklinik rawat jalan yang baik adalah yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Fasilitas fisik rumah sakit yang memadai.
2.Jam praktek yang tepat, terdapat pelayanan 24 jam dan sistem rujukan yang baik.
3. Penjadwalan kunjungan yang efisien, untuk memperpendek waktu tunggu.
4. Tarif yang terjangkau oleh sasaran.
5.Kualitas pelayanan yang oleh pasien biasanya dinilai baik bila pelayanan olehdokter dan perawat dilakukan dengan ramah, penuh perhatian terhadap kebutuhan pasien dan perasaannya.

Sama halnya dengan berbagai pelayanan kesehatan lainnya, maka salah satu syarat pelayanan rawat jalan yang baik adalah pelayanan yang bermutu. Karena itu untuk dapat menjamin mutu pelayanan rawat jalan tersebut, maka program menjaga mutu pelayanan rawat jalan perlu pula dilakukan.

Untuk ini diperhatikan bahwa sekalipun prinsip pokok program menjaga mutu pada pelayanan rawat jalan tidak banyak berbeda dengan berbagai pelayanan kesehatan lainnya, namun karena pada pelayanan rawat jalan ditemukan beberapa ciri khusus, menyebabkan penyelenggaraan program menjaga mutu pada pelayanan rawat jalan tidaklah semudah yang diperkirakan, ciri-ciri khusus yang dimaksud adalah:

  1. Sarana, prasarana serta jenis pelayanan rawat jalan sangat beraneka ragam, sehingga sulit merumuskan tolak ukur yang bersufat baku.
  2. Tenaga pelaksana bekerja pada srana pelayanan rawat jalan umumnya terbatas, sehigga di satu pihak tidak dapat dibentuk suatu perangkat khusus yang diserahkan tanggung jawab penyelengaraa program menjaga mutu, dan pihak lain, apabila beban kerja terlalu besar, tidak memiliki cukup waktu untuk menyelengarakan program menjaga mutu.
  3. Hasil pelayanan rawat jalan sering tidak diketahui. Ini disebabkan karena banyak dari pasien tidak datang lagi ke klinik.
  4. Beberapa jenis penyakit yang datang ke sarana pelayanan rawat jalan adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri, sehingga penilaian yang objektif sulit dilakukan.
  5. Beberapa jenis penyakit yang datang ke sarana pelayanan rawat jalan adalah mungkin penyakit yang telah berat dan bersifat kronis, sehingga menyulitkan pekerjaan penilaian.
  6. Beberapa jenis penyakit yang datang berobat datang kesarana pelayanan rawat jalan mungkin jenis penyakit yang penanggulangannya sebenarnya berada di luar kemampuan yang dimiliki. Keadaan yang seperti ini juga akan menyulitkan pekerjaan penilaian.
  7. Rekam medis yang dipergunakan pada pelayanan rawat jalan tidak selengkap rawat inap, sehingga data yang diperlukan untuk penilaian tidak lengkap
  8. Perilaku pasien yang datang kesarana pelayanan rawat jalansukar dikontrol, dan karenanya sembuh atau tidaknya suatu penyakit yang dalami tidak sepenuhnya tergantung dari mutu pelayanan yang diselenggarakan.
 Daftar referensi
https://prezi.com/ku4rvxolhksn/instalansi-rawat-jalan/
http://30agustus2003.blogspot.co.id/2012/04/rawat-jalan.html
Sabarguna, B. S. 2004. Quality Assurance Pelayanan Rumah Sakit. Edisi Kedua. Yogyakarta: Konsorsium Rumah Sakit Islam Jateng-DIY.
http://upkp2.batangkab.go.id/standar-minimal-dalam-pelayanan-rawat-jalan-dan-rawat-inap-di-rumah-sakit/

Pelayanan Gawat Darurat yang Baik

Gawat      : Suatu keadaan yang mengancam nyawa pasien

Darurat     : Suatu keadaan yang segera memerlukan pertolongan

Menurut Azrul (1997) yang dimaksud gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving).

UGD merupakan salah satu dari unit kesehatan yang paling padat modal, padat karya, serta padat teknologi.

UGD yaitu suatu tempat / unit pelayanan dirumah sakit yang memiliki tim kerja dengan kemampuan khusus dan peralatan yang memberikan pelayanan pasien gawat darurat yang terorganisir.

Unit Gawat Darurat (UGD) adalah bagian terdepan dan sangat berperan di Rumah Sakit, baik buruknya pelayanan bagian ini akan memberi kesan secara menyeluruh terhadap pelayanan rumah sakit

Menurut Flynn (1962) dalam Azrul (1997) kegiatan UGD secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan pelayanan gawat darurat.

Kegiatan utama yang menjadi tanggung jawab UGD adalah menyelenggarakan pelayanan gawat darurat. Sayangnya jenis pelayanan kedokteran yang bersifat khas seing disalah gunakan. Pelayanan gawat darurat yang sebenarnya bertujuan untuk menyelamatkan kehidupan penderita (live saving), sering dimanfaatkan hanya untuk memperoleh pelayanan pertolongan pertama (first aid) dan bahkan pelayanan rawat jalan (ambulatory care)

2. Menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan rawat inap intensif.

Kegiatan kedua yang menjadi tanggung jawab UGD adalah menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan intensif. Pada dasarnya pelayanan ini merupakan lanjutan dari pelayanan gawat darurat, yakni dengan merujuk kasus-kasus gawat darurat yang dinilai berat untuk memperoleh pelayanan rawat inap intensif.

3. Menyelenggarakan pelayanan informasi medis darurat.

Kegiatan ketiga yang menjadi tanggung jawab UGD adalah menyelenggarakan informasi medis darurat dalam bentuk menampung serta menjawab semua pertanyaan anggota masyarakat yang ada hubungannya dengan keadaan medis darurat (emergency medical questions).

Pelayanan UGD yang Baik harus memiliki disiplin pelayanan yaitu suatu aturan yang berkaitan dengan cara memilih anggota antrian yang akan dilayani lebih dahulu. Disiplin yang biasa digunakan adalah (Subagyo, 1993) :

  1. FCFS : First Come-First Served (pertama masuk, pertama dilayani)
  2. LCFS : Last Come-First Served (terakhir masuk, pertama dilayani)
  3. SIRO : Service In Random Order (pelayanan dengan urutan acak)
  4. Emergency First : Kondisi berbahaya yang didahulukan.

Dalam hal kegawatdaruratan pasien yang datang ke UGD akan dilayani sesuai urutan prioritas yang ditunjukan dengan labelisasi warna ,yaitu :

  1. Biru        : Gawat darurat,resusitasi segera yaitu Untuk penderita sangat gawat/ ancaman nyawa.
  2. Merah    : Gawat darurat,harus MRS yaitu untuk penderita gawat darurat (kondisi stabil / tidak membahayakan nyawa )
  3. Kuning  : Gawat darurat ,bisa MRS /Rawat jalan yaitu Untuk penderita darurat, tetapi tidak gawat
  4. Hijau      : Gawat tidak darurat,dengan penanganan bisa rawat jalan yaitu Untuk bukan penderita gawat.
  5. Hitam    : Meninggal dunia

Adapun prioritas masalah masing masing dari warna yang ada adalah sebagai berikut :

1. Biru

  1. Henti jantung yang kritis
  2. Henti nafas yang kritis
  3. Trauma kepala yang kritis
  4. Perdarahan yang kritis

2. Merah

  1. Sumbatan jalan nafas atau distress nafas
  2. Luka tusuk
  3. Penurunan tekanan darah
  4. Perdarahan pembuluh nadi
  5. Problem kejiwaan
  6. Luka bakar derajat II >25 %   tidak mengenai dada dan muka
  7. Diare dengan dehidrasi
  8. Patah tulang

3. Kuning

  1. Lecet luas
  2. Diare non dehidrasi
  3. Luka bakar derajat I  dan  derajat  II   > 20 %

4. Hijau

  1. Gegar otak ringan
  2. Luka bakar derajat I

 

Tujuan UGD adalah :

  1. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat
  2. Menerima rujukan pasien atau mengirim pasien
  3. Melakukan penanggulangan korban musibah masal dan bencana yang terjadi dalam maupun diluar rumah sakit
  4. Suatu IRD harus mampu memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi pada masyarakat dengan problem medis akut

Kriteria UGD

  1. UGD harus buka 24 jam
  2. UGD juga harus memiliki penderita – penderita false emergency (korban yang memerlukan tindakan medis tetapi tidak segera),tetapi tidak boleh memggangu / mengurangi mutu pelayanan penderita- penderita gawat darurat.
  3. UGD sebaiknya hanya melakukan primary care sedangkan definitive care dilakukan ditempat lain dengan cara kerjasama yang baik seperti Unit Rawat Jalan / Rawat Inap
  4. UGD harus meningkatkan mutu personalia maupun masyarakat sekitarnya dalam penanggulangan penderita gawat darurat (PPGD)
  5. UGD harus melakukan riset guna meningkatkan mutu / kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekitarnya.

Kemampuan minimal petugas UGD

Menurut Depkes 1990

  1. Membuka dan membebaskan jalan nafas (Airway)
  2. Memberikan ventilasi pulmoner dan oksigenasi (Breathing)
  3. Memberikan sirkulasi artificial dengan jalan massage jantung luar (Circulation)
  4. Menghentikan perdarahan,balut bidai,transportasi,pengenalan dan penanggulangan obat resusitas,membuat dan membaca rekaman EKG

Kemampuan tenaga perawat UGD

Sesuai dengan pedoman kerja perawat,Depkes 1999

  1. Mampu mengenal klasifikasi dan labelisasi pasien
  2. Mampu mengatasi pasien : syok, gawat nafas,gagal jantung,kejang,koma,perdarahan,kolik, status asthmatikus,nyeri hebat daerah panggul dan kasus ortopedi.
  3. Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan Askep
  4. Mampu berkomunikasi :intern dan ekstern

Sarana dan prasarana fisik ruangan yang diperlukan di UGD

Ketentuan umum fisik bangunan :

  1. Harus mudah dijangkau oleh masyarakat
  2. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda (Alur masuk kendaraan /pasien tidak sama dengan alur keluar)
  3. Harus memiliki ruang dekontaminasi (dengan fasilitas shawer) yang terletak antara ruang “triage “(ruang penerimaan pasien) dengan ruang tindakan
  4. Ambulans / kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu
  5. Ruang triage harus dapat memuat minimal 2 brankar

UGD yang baik harus memiliki Triage yang baik

Triage mempunyai arti menyortir atau memilih. Dirancang untuk menempatkan pasien yang tepat diwaktu yang tepat dengan pemberi pelayanan  yang tepat. Triage merupakan suatu proses khusus memilah pasien berdasar beratnya cedera atau penyakit dan menentukan jenis perawatan gawat darurat serta transportasi. Dan merupakan proses yang berkesinambungan sepanjang pengelolaan.

Dalam Triage tidak ada standard nasional baku, namun ada 2 sistem yang dikenal, yaitu:

1. METTAG (Triage tagging system).

Sistim METTAG merupakan suatu pendekatan untuk memprioritisasikan tindakan.

Prioritas Nol (Hitam) :

  1. Mati atau jelas cedera fatal.
  2. Tidak mungkin diresusitasi.

Prioritas Pertama (Merah) :

Cedera berat yang perlukan tindakan dan transport segera.

  1. gagal nafas,
  2. cedera torako-abdominal,
  3. cedera kepala / maksilo-fasial berat,
  4. shok atau perdarahan berat,
  5. luka bakar berat.

Prioritas Kedua (Kuning) :

Cedera yang dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat :

  1. cedera abdomen tanpa shok,
  2. cedera dada tanpa gangguan respirasi,
  3. fraktura mayor tanpa shok,
  4. cedera kepala / tulang belakang leher,
  5. luka bakar ringan.

Prioritas Ketiga (Hijau) :

Cedera minor yang tidak membutuhkan stabilisasi segera :

  1. cedera jaringan lunak,
  2. fraktura dan dislokasi ekstremitas,
  3. cedera maksilo-fasial tanpa gangguan jalan nafas,
  4. gawat darurat psikologis.

Sistim METTAG atau pengkodean dengan warna system tagging yang sejenis, bisa digunakan sebagai bagian dari Penuntun Lapangan START.

2. Sistim triase Penuntun Lapangan  START (Simple Triage And Rapid Transportation).

Penuntun Lapangan START memungkinkan penolong secara cepat mengidentifikasikan korban yang dengan risiko besar akan kematian segera atau apakah tidak memerlukan transport segera.

Penuntun Lapangan START dimulai dengan penilaian pasien 60 detik, meliputi pengamatan terhadap ventilasi, perfusi, dan status mental. Hal ini untuk memastikan kelompok korban :

  1. perlu transport segera / tidak,
  2. tidak mungkin diselamatkan,
  3. mati.

Sistem triase

Non Bencana : Memberikan pelayanan terbaik pada pasien secara individu.

Bencana / Korban Berganda : Memberikan pelayanan paling efektif untuk sebanyak mungkin pasien

Objektif primer di ird

  1. Pengenalan tepat yang butuh pelayanan segera
  2. Menentukan area yang layak untuk tindakan
  3. Menjamin kelancaran pelayanan dan mencegah hambatan yang tidak perlu
  4. Menilai dan menilai ulang pasien baru / pasien yang menunggu
  5. Beri informasi /rujukan pada pasien / keluarga
  6. Redam kecemasan pasien / keluarga; humas.

Aturan primer petugas

  1. Skrining pasien secara cepat.
  2. Penilaian terfokus.

Sasaran primer dan sekunder triase

  1. Primer :  Mengenal kondisi yang mengancam jiwa.
  2. Sekunder : Memberi prioritas pasien sesuai kegawatannya.

Prinsip umum triase

  1. Perkenalkan diri anda dan jelaskan apa yang akan anda lakukan.
  2. Pertahankan rasa percaya diri pasien.
  3. Coba untuk mengamati semua pasien yang datang, bahkan saat mewawancara pasien.
  4. Pertahankan arus informasi petugas triase dengan area tunggu & area tindakan. Komunikasi lancar sangat perlu. Bila ada waktu adakan penyuluhan.
  5. Pahami sistem IRD dan keterbatasan anda. Ingat objektif primer aturan triase. Gunakan sumber daya untuk mempertahankan standar pelayanan memadai.

Pahami juga :

  1. Struktur pembagian ruangan dengan perangkat  yang sesuai.
  2. Pemeriksaan fisik singkat dan terfokus.
  3. WASPADA atas pasien dengan ancaman jiwa atau serius potensial terancam hidup atau anggota badannya harus didahulukan dalam penilaian hingga dapat segera ditindak.

Prinsip dari triage yang baik :

1. Triase harus cepat dan tepat

Kemampuan untuk merespon secara cepat, terhadap keadaan yang menganca nyawa merupakan suatu yang sangan penting pada bagian kegawatdaruratan

2. Pemeriksaan harus adekuat dan akurat

Akurasi keyakinan dan ketangkasan merupakan suatu element penting pada proses pengkajian

3. Keputusan yang diambil berdasarkan pemeriksaan

Keamanan dan keefektifan perawatan pasien hanya dapat direncanakan jika ada informasi yang adekuat dan data yang akurat

4. Memberikan intervensi berdasarkan keakutan kondisi

Tanggungjawab utama dari perawat triase adalah untuk mengkaji dan memeriksa secara akurat pasien, dan memberikan perawatan yang sesuai pada pasien, termasuk intervensi terapiutik, prosedur diagnostic, dan pemeriksaan pada tempat yang tepat untuk perawatan

5. Kepuasan pasien tercapai

  • Perawat triase harus melaksanakan prinsip diatas untuk mencapai kepuasan pasien
  • Perawat triase menghindari penundaan perawatan yang mungkin akan membahayakan kesehatan pasien atau pasien yang sedang kritis
  • Perawat triase menyampaikan support kepada pasien, keluarga pasien, atau teman

(Department Emergency Hospital Singapore, 2009)

Prinsip umum lain dalam asuhan keperawatan yang di berikan oleh perawat di ruang gawat darurat antara lain :

  1. Penjaminan keamanan diri perawatan dan klien terjaga, perawat harus menerapkan prinsip universal precaution, mencegah penyebaran infeksi dan memberikan asuhan yang nyaman untuk klien
  2. Cepat dan tepat dalam melakukan triage, menetapkan diagnose keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi yang berkelanjutan
  3. Tindakan keperawatan meliputi resusitasi dan stabilisasi diberikan untuk mengatasi masalah biologi dan psikologi klien
  4. Penjelasan dan pendidikan kesehatan untuk klin dan keluarga diberikan untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kerjasama perawat dan klien
  5. System monitoring kondisi klien harus dapat dijalankan
  6. Sisten dokumentasi yang dipai dapat digunakan secara mudah, cepat dan tepat
  7. Penjaminan tindakan keperawatan secara etik dan legal keperawatan perlu dijaga.

Tipe Triage :

Ada beberapa Tipe triage, yaitu :

1. Daily triage

Daily triage adalah triage yang selalu dilakukan sebagai dasar pada system kegawat daruratan. Triage yang terdapat pada setiap rumah bsakit berbeda-beda, tapi secara umum ditujukan untuk mengenal, mengelompokan pasien menurut yang memiliki tingkat keakutan dengan tujuan untuk memberikan evaluasi dini dan perawatan yang tepat. Perawatan yang paling intensif dberikan pada pasien dengan sakit yang serius meskipun bila pasien itu berprognosis buruk.

2. Mass Casualty incident

Merupakan triage yang terdapat ketika sestem kegawatdaruratan di suatu tempat bencana menangani banyak pasien tapi belum mencapai tingat ke kelebihan kapasitas. Perawatan yang lebih intensif diberikan pada korban bencana yang kritis. Kasus minimal bisa di tunda terlebih dahulu.

3. Disaster Triage

Ada ketika system emergensi local tidak dapat memberikan perawatan intensif sesegera mungkin ketika korban bencana sangat membutuhkan. Filosofi perawatan berubah dari memberikan perawatan intensif pada korban yang sakit menjadi memberikan perawatan terbaik untuk jumlah yang terbesar. Fokusnya pada identifikasi korban yang terluka yang memiliki kesempatan untuk bertahan hidup lebih besar dengan intervensi medis yang cepat. Pada disaster triage dilakukan identifikasi korban yang mengalami luka ringan dan ditunda terlebih dahulun tanpa muncul resko dan yang mengalami luka berat dan tidak dapat bertahan. Prioritasnya ditekankan pada transportasi korban dan perawatan berdasarkan level luka.

4. Military Triage

Sama dengan tiage lainnya tapi berorientasi pada tujuan misi disbanding dengan aturan medis biasanya. Prinsip triage ini tetap mengutamakan pendekatan yang paling baik karena jika gagal untuk mencapai tujuan misi akan mengakibatkan efek buruk pada kesehatan dan kesejahteraan populasi yang lebih besar.

5. Special Condition triage

Digunakan ketika terdapat faktor lain pada populasi atau korban. Contohnya kejadian yang berhubungan dengan senjara pemusnah masal dengan radiasi, kontaminasi biologis dan kimia. Dekontaminasi dan perlengkapan pelindung sangat dibutuhkan oleh tenaga medis. (Oman, Kathleen S., 2008;2)

Ada beberapa istilah yang digunakan dalam unit gawat darurat berdasarkan Prioritas Perawatannya, antara lain :

1. Gawat Darurat (P1)

Keadaaan yang mengancam nyawa/adanya gangguan ABC dan perlu tindakan segera, misalnya cardiac arrest, penurunan kesadaran , trauma mayor dengan perdarahan hebat

2. Gawat Tidak Darurat (P2)

Keadaan mengangancam nyawa tetepi tidak memerlukan tindakan darurat. Setelah dilakukan resusitasi maka ditindak lanjuti oleh dokter specialis. Misalnya : pasien kanker tahap lanjut, fraktur, sickle cell dan lainya.

3. Darurat Tidak Gawat (P3)

Keadaan yang tidak mengancam nyawa tetapi memerlukan tindakan darurat. Pasien sadar, tidak ada gangguan ABC dan dapat langsung diberikan terapi definitif. Untuk tindak lanjut dapat ke poliklinik, misalnya: laserasi, fraktur minor/tertutup,sistitis, otitis media dan lainya.

4. Tidak Gawat Tidak Darurat

Keaadaan yang tidak mengancam nyawa tetapi tidak memerlukan tindakan gawat. Gejala dan tanda klinis ringan/asimptomatis. Misalnya penyakit kulit, batuk, flu, dan sebagainya (ENA, 2001;Iyer, 2004)

DAFTAR PUSTAKA

Fauzanlampoeng.http://www.scribd.com/doc/50079020/sarana-dan-prasarana-fisik-unh-gawat-darurat

STIKBINAHUSADA.2008.http://blogspot.com/2008/12/konsep-dasar-keperawatan-gawat-darurat.html

http://www.angelfire.com/nc/neurosegery/falsafahgd.html

http://id.wikipedia.org/wiki/unitgawatdarurat

http://www.rsob.online.net.informasi/pengertian-umum

http://vita-insani.co.id/rsjombang/fasilitas.php

Iyer, P. 2004. Dokumentasi Keperawatan : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan, Jakarta : EGC

Oman, K 2008. Panduan Belajar Keperawatan Gawat Darurat : Jakarta : EGC

Aninomous,1999. Triage officers course.

Singapore : departement of emergency medicine singapore general hospital

Wikipedia, the free encyclopedia, 2009, triage, (Online), (http://en.wikipedia. org/wiki/triage, Diakses pada tgl 21 Maret 2010).

Tugas Akutansi (Online 3)

== Soal ==

Berikut adalah transaksi yang terjadi pada Klinik “Kasih Husada”

  1. Asikin mendirikan Klinik Kasih Husada pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal Rp. 200.000 yang disimpan dalam bentuk deposito di bank Danamon.
  2. Klinik Kasih Husada membayar sewa gedung 24.000,- untuk 2 bulan.
  3. Klinik Kasih Husada membeli peralatan medis 80.000,- dan non medis 40.000,- dengan tunai.
  4. Klinik Kasih Husada membeli perlengkapan medis senilai Rp. 6.000,-
  5. Klinik Kasih Husada membeli perlengkapan kantor senilai Rp 2.000,- dengan perjanjian pembayaran dilaksanakan pada bulan berikutnya.
  6. Sebagian hutang tersebut dibayar dengan jumlah Rp. 1.200,-
  7. Selama bualan Mei tersebut Klinik Kasih Husada menerima pendapatan jasa pemeriksaan kesehatan sejumlah Rp. 46.500,- secara tunai dan masih memiliki tagihan atas pendapatan jasa senilai Rp. 12.000,-
  8. Berbagai macam beban yang dikeluarkan perusahaan selama bulan tersebut antara lain:
    Gaji dan Upah Rp. 5.400,-,Listrik dan air 1.600,-Telepon 500,-, Pemasangan Banner 240, sumbangan lingkungan 120.
  9. Diketahui nilai perlengkapan pada akhir bulan tinggal Rp 900,-.
  10. Ditaksir penyusutan peralatan Medis dan Non medis pada bulan tersebut Rp. 2.000,-
  11. Pada Akhir bulan Dr. Asikin mengambil uang dari kas Klinik Kasih Husada sebesar Rp. 1.500,- untuk kepentingan Pribadinya.

Diminta:
Dengan membedakan jurnal umum dan penyesuaian, catatlah transaksi tersebut pada :

  1. Jurnal Umum
  2. Jurnal Penyesuaian

 

== Jawaban ==

 

  1. Jurnal Umum
No Tanggal Deskripsi Ref Debit Kredit
1 1 Mei 2009 CASH 200.000
BUILDING 200.000
CASH 24.000
PREPAID RECEIVABLES 24.000
CASH 120.000
MEDICAL EQUIPMENT 80.000
NON MEDICAL 40.000
CASH 6.000
MEDICAL SUPPLIES 6.000
OFFICE SUPPLIES 2.000
ACCOUNT PAYBLE 2.000
ACCOUNT PAYBLE 1.200
CASH 1.200
CASH 46.500
MEDICAL SERVICE REVEINUE 46.500
ACCOUNT PAYBLE 12.000
CASH 12.000
SALARIES EXPENSE 5.400
UNTILITIES EXPENSE 2.100
CASH 7.500
BANNER 240
ENVIRONMENTAL CONTRIBUTION 120
CASH 360
CASH 900
EQUIPMENT 900
CASH 2.000
MEDICAL EQUIPMENT AND NON MEDICAL 2.000
WITHDRAWING/DRAWING 1.500
CASH 1.500
TOTAL 423.960 423.960

 

  1. Jurnal Penyesuaian
No Tanggal Deskripsi Ref Debit Kredit
1 1 Mei 2009 CAPITAL STOCK 200.000
CAPITAL 200.000
RENT EXPENSE 24.000
PREPAID RECEIVABLES 24.000
PURCHASE INVOICE 120.000
MEDICAL EQUIPMENT 80.000
NON MEDICAL 40.000
PURCHASE INVOICE 6.000
MEDICAL SUPPLIES 6.000
SUPPLIES EXPENSE 2.000
ACCOUNT PAYBLE 2.000
ACCOUNT PAYBLE 1.200
ACCRUED EXPENSED 1.200
EXPENSE SERVICE 46.500
MEDICAL SERVICE REVEINUE 46.500
ACCOUNT PAYBLE 12.000
SALARIES PAYABLE 12.000
SALARIES EXPENSE 5.400
UNTILITIES EXPENSE 2.100
ACCRUED EXPENSED 7.500
BANNER 240
ENVIRONMENTAL CONTRIBUTION 120
ACCRUED EXPENSED 360
SUPPLIES EXPENSE 900
EQUIPMENT 900
DEPRECIATION EXPENSE OF EQUIPMENT 2.000
MEDICAL EQUIPMENT AND NON MEDICAL 2.000
WITHDRAWING/DRAWING 1.500
DRAWING/WITHDRAWL 1.500
Total 423.960 423.960

== Terima Kasih ==

Tugas Akutansi (Online 2)

== Soal ==

Anwar-Abraham, S.Si, Apt, seorang Apoteker membuka Apotik Sehat terhitung tanggal 1 Juli 2009. Berikut ini urutan tanggal dan peristiwa transaksi selama bulan Juli 2009.
1. Menyerahkan uang tunai Rp 40.000. dan satu gedung senilai Rp 300.000.- sebagai modal.
3. Dibeli peralatan kantor dengan tunai senilai Rp. 12.000.-
4. Dibeli Obatan-obatan berbagai jenis Rp. 80.000.- secara kredit
5. Dibeli perlengkapan kantor senilai Rp. 760.
7. Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 2.500.-
8. Dibayar biaya advertensi sebesar Rp 80.-
9. Membayar sebagian hutang obat Rp 20.000.-
10. Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 1.200 dan sisanya rp. 800 dijanjikan akan dibayar kemudian.
14. Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 6.000.-
15. Dibayar tunai pembelian perlengkapan kantor senilai Rp 200.-
16. Dibayar beban listrik, telepon dan air Rp. 600.-
17. Dibeli Peralatan kantor Rp. 23.000 baru dibayar Rp. 8.000 sisanya dijanjikan akan dibayar kemudian.
21. Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 11.500.-
25. Diambil uang senilai Rp. 800.- untuk keperluan pribadi.
26. Dibayar biaya advertensi Rp. 1.000.-
28. Diterima pendapatan penjualan Obat Rp. 20.000.-
29. Dibayar hutang obat Rp. 20.000.-
30. Dibayar sebagian hutang tgl 17 sebesar Rp. 4.000
31. Membayar gaji 3 orang pegawai Rp. 3.000.-
31. Diambil uang Rp 1.500.- untuk keperluan pribadi

Diminta:

  1. catatlah transaksi tersebut pada standard two column jurnal
  2. Lakukanlah posting
  3. Susunlah trial balance.

 

== Jawaban ==

Standard Two Column Jurnal

 

Date Description Post Ref Debit Credit
01 Juli 2009 Cash

Building

“A Capital

40.000

300.000

 

 

340.000

03 Juli 2009 Office Equipment

Cash

12.000  

12.000

04 Juli 2009 Medical Supplies

Account Payable

80.000  

80.000

05 Juli 2009 Office Supplies

Cash

760  

760

07 Juli 2009 Cash

Medical Revenue

2.500  

2.500

08 Juli 2009 Advertising Expenses

Cash

80  

80

09 Juli 2009 Account Payable

Cash

20.000  

20.000

10 Juli 2009 Cash

Account Reseivable

Medical Revenue

400

800

 

 

1.200

14 Juli 2009 Cash

Medical Revenue

6.000  

6.000

15 Juli 2009 Office Supplies

Cash

200  

200

16 Juli 2009 Utilities Expenses

Cash

600  

600

17 Juli 2009 Office Equipment

Cash

Account Payable

23.000  

8.000

15.000

21 Juli 2009 Cash

Medical Revenue

11.500  

11.500

25 Juli 2009 Withdrawal

Cash

800  

800

26 Juli 2009 Advertising Expenses

Cash

1.000  

1.000

28 Juli 2009 Cash

Medical Revenue

20.000  

20.000

29 Juli 2009 Account Payable

Cash

20.000  

20.000

30 Juli 2009 Account Payable

Cash

4.000  

4.000

31 Juli 2009 Salaries Expenses

Cash

3.000  

3.000

31 Juli 2009 Withdrawals

Cash

1.500  

1.500

Total 548.140 548.140

 

 

 

 

POSTING

 

Debit                                                                                            CASH                                                                         Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 01 GJ-1 40.000 Jul , 02 GJ-1 12.000
Jul, 07 GJ-1 2.500 Jul, 05 GJ-1 760
Jul, 10 GJ-1 400 Jul, 08 GJ-1 80
Jul, 14 GJ-1 6.000 Jul, 09 GJ-1 20.000
Jul, 21 GJ-2 11.500 Jul, 15 GJ-1 200
Jul, 28 GJ-2 20.000 Jul, 16 GJ-2 600
Total Debit 80.400 Jul, 17 GJ-2 8.000
Total Credit 71.940 Jul, 25 GJ-2 800
Jul, 26 GJ-2 1.000
Jul, 29 GJ-2 20.000
Jul, 30 GJ-2 4.000
Jul, 31 GJ-2 3.000
Jul, 31 GJ-2 1.500
Total 8.460 Total 71.940

 

 

Debit                                                             ACCOUNT RESEIVABLES                                                Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 10 GJ-1 800
Total 800

 

 

Debit                                                                  MEDICAL SUPPLIES                                                      Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 04 GJ-1 80.000
Total 80.000

 

 

Debit                                                                 OFFICE SUPPLIES                                                         Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 05 GJ-1 760
Jul, 15 GJ-1 200
Total 960

 

 

Debit                                                         OFFICE EQUIPMENT                                                       Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 02 GJ-1 12.000
Jul, 27 GJ-2 23.000
Total 35.000

 

 

Debit                                                         ACCOUNT PAYABLE                                                        Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 09 GJ-1 20.000 Jul , 04 GJ-1 80.000
Jul, 29 GJ-2 20.000 Jul, 17 GJ-2 15.000
Jul, 30 GJ-2 4.000 Total Credit 95.000
Total 44.000 Total Debit 44.000
Total 51.000

 

 

Debit                                                                              “A” CAPITAL                                                      Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 01 GJ-1 340.000
Total 340.000

 

 

Debit                                                                                WITHDRAWALS                                                                Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 25 GJ-2 800
Jul, 31 GJ-2 1.500
Total 2.300

 

 

Debit                                                                        BUILDING                                                                            Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 01 GJ-1 300.000
Total 300.000

 

 

Debit                                                                   MEDICAL REVENUE                                                    Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul , 07 GJ-1 2.500
Jul, 10 GJ-1 1.200
Jul, 14 GJ-1 6.000
Jul, 21 GJ-2 11.500
Jul, 28 GJ-2 20.000
Total 41.200

 

 

Debit                                                       SALARIES EXPENSES                                                   Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 31 GJ-2 3.000
Total 3.000

 

 

Debit                                                                ADVERTISING EXPENSES                                               Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 08 GJ-1 80
Jul, 26 GJ-2 1.000
Total 1.080

 

 

Debit                                                          UTILITIES EXPENSES                                                        Credit

Date Description P/R Amount Date Description P/R Amount
Jul, 16 GJ-2 600
Total 600

 

 

 

 

TRIAL BALANCE

Account Number Account Title Debit Credit
10001 Cash 8.460
10002 Account Reseivables 800
10003 Medical Supplies 80.000
10004 Office Supplies 960
11003 Office Equipment 35.000
20001 Account Payable 51.000
30001 “A” Capital 340.000
31001 Withdrawals 2.300
30002 Building 300.000
40002 Medical Revenue 41.200
50001 Salaries Expenses 3.000
50003 Advertising Expenses 1.080
50004 Utilities Expenses 600
Total 432.200 432.200

 

 

Hello world!

Selamat Datang di Weblog Universitas Esa Unggul.

Website ini dapat digunakan para mahasiswa untuk mengirim tugas yang yang dikerjakan di blog kemudian link ke website online learning dengan cara sebagai berikut :

1. Buka blog milik anda
2. Klik judul tulisan di blog yang akan dikirim atau di link ke web online learning
3. Blok alamat blog yang muncul di kolom alamat situs (URL) lalu klik ‘copy’ dengan mouse
4. Buka web online learning ( http://vle.esaunggul.ac.id )
5. Klik nama mata kuliah yang muncul di halaman depan web online learning.
6. Klik judul tugas online pada topik 4, 6, 8 dan seterusnya atau topik 5, 7, 9, dan seterusnya
7. Klik ‘Add submissiont’
8. Tulis sebuah kalimat, misalnya ‘jawaban’ pada lembar “online text”
9. Blok tulisan tersebut menggunakan mouse
10. Klik gambar “inset/edit link”
11. Klik “paste” pada kolom “Link URL” menggunakan mouse
12. Klik ‘insert”
13. Klik “Save change”

Bila Anda menemui kesulitan, pedoman blog pembelajaran Universitas Esa Unggul dapat diakses di sini : http://elearning.weblog.esaunggul.ac.id

Bila mengalami kesulitan tentang akun internet, silahkan mengubungi Departemen IT, 021-5674223 ext. 273. Bila ada kesulitan teknis pengelolaan blog, silahkan menghubungi DDP.

Regards,
Departemen Dukungan Pembelajaran
Universitas Esa Unggul
ddp@esaunggul.ac.id
021 567 4223 ext 240